KESUKSESAN ANAK; Kesuksesan anak kita di masa depan tergantung dari cara kita, orang tuanya, memotivasi mereka agar peduli akan masa depannya. Bukan memotivasi AMBISI orang tua kepada anaknya yah, tetapi memotivasi anak mengenai ambisi MEREKA sesuai dengan POTENSI yang mereka miliki.
Kita mungkin sering memotivasi anak sesuai dengan MAUNYA kita, bukan maunya anak, sehingga anak tidak memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam meraih masa depannya. Karena mereka pikir orang tua terlalu ikut campur menentukan masa depan mereka, akhirnya mereka tidak bersemangat –merasa bahwa masa depan mereka itu milik orang tuanya, bukan milik mereka 100%.
Setiap anak memiliki ambisinya masing-masing yang tidak harus sama dengan orang tuanya. Karena Tuhan menciptakan anak kita dibarengi oleh ‘tugas’ yang akan mereka pikul selama menjalani kehidupannya, yaitu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada sebanyak-banyaknya makhluk Tuhan. Namun bagaimana anak bisa memberikan manfaatnya secara maksimal kalau mereka tidak dapat memanfaatkan potensinya secara maksimal?
Tidak ada anak yang tak ingin sukses dalam menggapai masa depannya. Yang ada hanya orang tua yang salah dalam cara mereka memotivasi anak-anaknya, karena tidak sesuai dengan apa yang Pencipta anak-anak kita inginkan terhadap mereka.
Cara memotivasi anak yang efektif:
- Berusaha menemukan potensi yang dimiliki oleh anak-anak kita sedini mungkin, yaitu dengan cara kita sebagai orang tua membantu anak mengenal potensi yang mereka miliki, menggalinya, lalu mengasahnya.
- Ketika anak ada ketertarikan terhadap bakat tertentu, maka arahkan anak agar mereka segera memulai aktivitas yang bisa mereka lakukan saat ini juga untuk mengasah potensi yang mereka miliki tersebut, karena apa pun potensinya, TANPA diasah akan sulit bagi anak untuk dapat mengembangkannya.
- Ketika anak SALAH dalam menentukan potensi yang mereka miliki, kita sebagai orang tua tidak perlu merasa kecewa, karena anak sedang berproses untuk meraih masa depannya. Hargailah proses tersebut, karena setiap anak pasti memiliki waktu sukses mereka masing-masing yang berbeda. Selama tidak berhenti berusaha, mencoba hal-hal baru, pasti bisa (insya Allah).
- Menyuruh tanpa mencontohkan itu bagaikan ‘BOSS’ (ingat, Anda adalah orang tuanya, bukan boss-nya). Ingin anak bangun pagi, maka bangunlah lebih pagi dari anak. Ingin anak senang belajar, belajarlah bersamanya dengan penuh semangat. Ingin anak disiplin, sudahkah Anda disiplin dengan waktu Anda?
- Dengan mendengarkan Anak, maka dia akan merasa diperhatikan dan didukung, akan tertarik dan bersemangat untuk melakukannya. Dengan ikut melakukan, anak melihat dan belajar bagaimana sesuatu itu dilakukan, dan mungkin saja dia mampu menemukan cara yang lebih baik dari yang Anda lakukan.
( sumber: https://rapafm.pakpakbharatkab.go.id/rapafm/read/350/cara-memotivasi-anak-remaja-dengan-efektif- )