{"id":4949,"date":"2021-02-24T22:41:45","date_gmt":"2021-02-24T15:41:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.fikarschool.sch.id\/?p=4949"},"modified":"2021-02-24T22:41:45","modified_gmt":"2021-02-24T15:41:45","slug":"proses-atau-hasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/proses-atau-hasil\/","title":{"rendered":"Proses atau Hasil"},"content":{"rendered":"<p><strong>Proses atau Hasil<\/strong>; Banyak orang bilang, \u201cYang penting prosesnya, <em>Bro<\/em>! Bukan hasil.\u201d<\/p>\n<p>Pertanyaanya: kalau hasilnya <em>nggak<\/em> bagus, <em>gimana<\/em>?<\/p>\n<p>Well, tidak selamanya berorientasi-hasil itu buruk, <u>selama prosesnya masih bisa dibenarkan secara agama (baca: halal) dan tidak melanggar hukum<\/u>, mengapa tidak?<\/p>\n<p>Kesan di masyarakat, orang yang <em>result-oriented<\/em> itu orang yang suka mengambil jalan pintas, malas, kurang berusaha, dan lain-lain, intinya: konotasinya <em>jelek<\/em>. Padahal orang-orang yang <em>result-oriented<\/em> bisa juga jenis manusia yang mengejar \u2018kepraktisan\u2019, yaitu bagaimana mendapat sesuatu secara praktis, namun <strong>sesuai target<\/strong>. Ini justru butuh kecerdasan\/kecerdikan tersendiri. Orang yang berorientasi-hasil akan selalu berpikir, \u201cBagaimana pun caranya, pokoknya hasilnya harus seperti itu!\u201d Dan jika gagal, orang yang <em>result-oriented<\/em> akan selalu berpikir, \u201cIni tidak bisa diterima!\u201d Dampaknya, orang ini akan lebih berisiko mengalami <em>down<\/em>.<\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.fikarschool.sch.id\/homeschooling-jakarta\/\">Homeschooling dijakarta<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan orang-orang yang berorientasi-proses, biasanya orang-orang yang ulet, rajin, tahan banting, dan lain sebangsanya. Jika gagal, orang-orang yang <em>process-oriented<\/em> akan selalu berpikir, \u201cYang penting saya sudah berusaha, nanti harus lebih baik lagi!\u201d<\/p>\n<p>Nah, kalau sudah seperti ini, pilih mana: prosesnya baik, tapi ternyata hasilnya tidak memuaskan, atau prosesnya tidak terlalu baik, tapi hasilnya memuaskan? Pada akhirnya lebih banyak yang memilih hasil, hehe.<\/p>\n<p>Tidak ada yang salah dengan <em>process-oriented<\/em>, begitu pula dengan <em>result-oriented<\/em>, selama tidak merugikan orang lain, dan kembali ke \u2018premis\u2019 awal (di paragraf pertama) tulisan ini.<\/p>\n<div>Jadi kesimpulannya, untuk suatu hal atau pekerjaan yang memiliki hasil akhir semuanya mau tidak mau harus di nilai pada bagaimana hasil akhirnya terlebih dahulu. Sedangkan hal yang tidak memiliki akhir atau meiliki akhir tetapi tidak dianggap begitu penting, maka yang dinilai adalah bagaimana prosesnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sayangnya hampir semua hal di dunia memiliki hasil akhir, dan proses dianggap tidak harus dilakukan dengan cara yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik, misalnya sebagian orang mengakalinya dengan mencontek pada saat ujian untuk mendapat hasil uas yang baik. Walaupun sebagian hal yang dilakukan dengan proses yang tidak baik bisa memberikan hasil yang tidak baik kedepannya, tetapi sebagian juga akan tetap memberikan hasil yang bagus selamanya. Dan seperti yang sudah saya tulis diatas, proses yang dikerjakan seluruhnya dengan baik hampir mustahil untuk mendatangkan hasil akhir yang kurang baik.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Tapi walaupun begitu, baik kamu menilai sesuatu dari proses atau hasil akhirnya, kamu akan tetap menilai sesuatu di bagian akhir dari cerita<\/div>\n<p>( sumber: <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/yuyu-gaga\/5500addba333118d73511609\/baik-mana-proses-atau-hasil\">https:\/\/www.kompasiana.com\/yuyu-gaga\/5500addba333118d73511609\/baik-mana-proses-atau-hasil#<\/a> )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proses atau Hasil; Banyak orang bilang, \u201cYang penting prosesnya, Bro! Bukan hasil.\u201d Pertanyaanya: kalau hasilnya nggak bagus, gimana? Well, tidak selamanya berorientasi-hasil itu buruk, selama prosesnya masih bisa dibenarkan secara agama (baca: halal) dan tidak melanggar hukum, mengapa tidak? Kesan di masyarakat, orang yang result-oriented itu orang yang suka mengambil jalan pintas, malas, kurang berusaha, dan lain-lain, intinya: konotasinya jelek.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4952,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[986],"tags":[1848,1849,1850,1851,1852,1853,996,1854,1855,1856,1857,1858,1859,1860,1861],"class_list":["post-4949","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news-article","tag-anak-berkebutuhan-khusus","tag-belajar-di-rumah","tag-berijazah","tag-coaching","tag-cyber-school","tag-english","tag-homeschooling","tag-indonesia","tag-mandiri","tag-minat-bakat","tag-online","tag-potensi","tag-sekolah-artis","tag-sekolah-fleksibel","tag-sekolah-terbuka","has-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4949","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4949"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4949\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4949"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4949"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4949"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}