{"id":6415,"date":"2023-11-12T08:27:31","date_gmt":"2023-11-12T08:27:31","guid":{"rendered":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/?page_id=6415"},"modified":"2023-11-13T17:23:26","modified_gmt":"2023-11-13T17:23:26","slug":"penasihat","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/penasihat\/","title":{"rendered":"Penasihat"},"content":{"rendered":"<h3 style=\"text-align: justify;\">Pelajari lebih lanjut tentang Pendiri sekolah Fikar<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2313 alignleft\" style=\"text-align: justify;\" src=\"https:\/\/www.fikarschool.sch.id\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Donny-Adi-Guna-300x300-1.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Per April 2017, Dewan Penasihat Fikar School kembali dijabat oleh Bapak Donny Adiguna, pendiri Fikar School. Fikar School telah dibangunnya sejak tahun 2008. Ia bukanlah orang baru di dunia pendidikan. Melalui perjuangannya, Sekolah Fikar yang bermula dari tiga orang siswa, kini meningkat hampir mendekati angka 100, sebuah prestasi yang luar biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut biografi singkat pendiri Fikar school, Bapak Donny Adiguna :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Name : Donny Adiguna<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Training &amp; Working experiences :<br \/>\n\u2022 Lincensed Seven Habits of Successfull Families Fikar School Internal Facilitator (Dunamis) ~ 2016<br \/>\n\u2022 Fundamental Leadership Program (Dale Carnegie) ~ 2015<br \/>\n\u2022 Lincensed NLP Practitioner by TaD James ~ 2013<br \/>\n\u2022 Certificate of Completion the 7 Habits of Highly Effective People ~ 2013<br \/>\n\u2022 Certify the Coach Practitioner Program ACSTH International Coach Federation ~ 2012<br \/>\n\u2022 Crew member in Royal Carribean Cruiseship in Miami Florida since 1999 ~ 2005<br \/>\n\u2022 Tourism Academy University Of\u00a0Trisakti D2<br \/>\n\u2022 Founder of Fikar School (School With Coaching Method) www.fikarschool.sch.id\/fikar ~ 2008 up to now<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>The Story of Mr. Donny\u2019s Struggle in Establishing the Fikar School<\/strong><br \/>\nSaya mendirikan sekolah Fikar dari tahun 2008 sampai sekarang. Berawal dari keresahan saya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Latar belakang pendidikan saya bukan dari \u2018Pendidikan\u2019 dan \u2018Psikologi\u2019, tetapi dari akademi \u2018Pariwisata\u2019, di Jakarta Alasan saya terjun ke dunia pendidikan ini adalah karena pengalaman pribadi saya. Saat saya dulu bekerja di luar negeri tepat di Amerika di sebuah perusahaan kapal pesiar Royal Caribbean, saya melihat orang-orang yang berasal dari Indonesia, walaupun sudah lulus kuliah, mereka harus mulai bekerja dari level paling bawah dan ini karena, menurut saya Observasi, Kualitas Pendidikan di Indonesia Meski lulusan perguruan tinggi, namun keterampilan dan karakternya belum sesuai dengan tuntutan pekerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika saya melihat lebih jauh ke masa lalu, saya bersekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Saya mengalami terlalu banyak penekanan pada mata pelajaran dan pelajaran akademis sehingga saya tidak membutuhkannya untuk masa depan saya Itu hanya karena itu adalah kewajiban yang saya miliki untuk melakukan (dan belajar), sehingga terpaksa saya menjalaninya juga HANYA demi selembar ijazah.<br \/>\nAku tidak pernah ditanya apa cita-citaku oleh karena itu, walaupun aku sudah mendapatkan pekerjaan, aku merasa pekerjaan yang aku jalani BUKAN pekerjaan yang aku sukai Aku merasa ada yang kurang dalam hidupku, aku ingin berkontribusi tapi aku tidak tahu harus berbuat apa hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku padahal gajiku sangat besar\u2026 Saat aku bekerja di kapal pesiar, hatiku terasa sangat hampa..<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian saya berhenti bekerja disana dan memutuskan untuk menjadi seorang wirausaha, namun saya tidak tahu harus berbuat apa setelah saya mencoba beberapa bidang dan kebanyakan gagal, saya merasakan \u2018panggilan\u2019 untuk memasuki dunia pendidikan. Saya merasa itu karena saat saya bekerja, saya sangat dekat dengan para penumpang kapal pesiar, terutama anak-anak. Saya senang dekat dengan mereka dan mereka merasakan hal yang sama. Beberapa kali tamu (penumpang) kapal tersebut ingin mengadopsi saya menjadi anak mereka dan juga saya disukai oleh anak-anak mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya juga suka memberikan \u2018pelatihan\u2019 kepada teman-teman kru saya saat bekerja di kapal pesiar karena dalam beradaptasi bekerja disana, saya sangat sabar dalam mendampingi mereka sampai mereka mahir dalam bekerja Dengan pengalaman tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang berbeda dengan pendidikan formal pada umumnya pendidikan formal yang menitikberatkan hanya pada pendidikan akademik tanpa memperhatikan apa yang dibutuhkan seorang anak. Yang selalu saya inginkan adalah pendidikan yang sesuai dengan bakat dan passion mereka<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap anak itu unik, mereka mempunyai potensi yang sangat besar jika kita menyadarinya<br \/>\nMungkin ada di antara kita yang bekerja tanpa passion, hanya menunggu akhir bulan untuk mendapatkan gaji Bahkan kita mempunyai slogan: \u201cAku benci hari senin\u201d Kenapa? Karena itulah yang kami rasakan ketika mulai bekerja, dan itulah yang saya rasakan dengan penghidupan saya di tempat kerja walaupun saya dibayar banyak (cukup), saya masih merasa hampa di hati saya. Saya pikir saya harus melakukannya melakukan sesuatu yang akan membuat generasi mendatang tidak lagi merasakan apa yang saya rasakan saat itu. Walaupun saya tidak mempunyai latar belakang pendidikan atau psikologi, namun saya mempunyai keberanian untuk memasuki dunia pendidikan. namun bukan pendidikan formal yang ingin saya ikuti karena pengalaman saya bersekolah tidak memberikan kualifikasi yang mumpuni. pendidikan sesuai dengan potensi dan keterampilan yang saya miliki, melainkan hanya mengejar ijazah saja..dan setelah itu, selanjutnya apa? Membingungkan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya yakin setiap orang punya \u2018panggilan\u2019 untuk berkontribusi pada masyarakatnya, tapi sistem pendidikan di Indonesia tidak mengakomodirnya. jadi, mereka hanya mencari uang, dan tak lama lagi mereka akan merasakan kehampaan lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berapa lama uang akan memuaskan kita..? jika \u2018pengejaran uang\u2019 ini tidak bisa dikendalikan, maka akan menimbulkan malapetaka. Saya kira kita harus belajar dari kasus-kasus korupsi yang ada di negara kita, oleh karena itu, saya berani terjun ke dunia pendidikan sebagai \u2018guru\u2019 kita, Stephen Covey, mengajarkan kita untuk fokus pada lingkaran pengaruh kita, pada apa yang bisa kita lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Impian saya adalah mendirikan sekolah ramah anak sekolah yang fokus membangun potensi terbaik yang dimiliki anak, bukan sekedar sekolah yang menjejali pendidikan akademis tapi harus membangun karakter terbaik anak. Saya mempunyai keyakinan bahwa karakter\/kepemimpinan yang baik dan kuat akan menumbuhkan rasa percaya diri anak yang tinggi Itulah hal-hal baik yang akan diikuti orang lain seperti kegigihan dalam menggapai masa depannya, mempunyai sikap yang baik, mempunyai spiritual yang baik (bukan sekedar ritual belaka namun bisa menjadi bagian dari karakter dan identitasnya)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pendekatan pendidikan inilah yang sangat saya inginkan. dan saya pribadi menyekolahkan anak saya di sekolah ini ~ sekolah yang kami kelola. Saya ingin melihat beliau tumbuh dengan karakter dan kepemimpinan yang kuat, karena kami menyadari bahwa karakter yang baik itu harus ada. dibentuk sedini mungkin hingga menjadi sebuah kebiasaan yang mendarah daging. Akan sulit jika pembentukan karakter dimulai setelah mereka dewasa karena sudah memiliki jati diri yang terbentuk sejak lama, dan jika ingin diubah , mereka harus melalui perjuangan yang sangat berat seperti kisah hidup saya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">disini ada beberpa quote yang bermanfaat :<\/p>\n<ul>\n<li>Ketika kita menabur pikiran kita, kita akan membentuk tindakan.<\/li>\n<li>Ketika kita menabur perbuatan kita, maka kita akan membentuk kebiasaan.<\/li>\n<li>Ketika kita menabur kebiasaan kita, kita akan membentuk takdir.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nah, sekarang pertanyaannya : \u201cKemana kita bawa pendidikan untuk anak-anak kita?\u201d<br \/>\nPendidikan adalah awal untuk pembentukan pikiran anak-anak kita.<br \/>\nApakah sudah sesuai dengan potensi terbaik yang dimiliki anak-anak kita, atau malah \u2018mematikan\u2019 potensinya?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelajari lebih lanjut tentang Pendiri sekolah Fikar Per April 2017, Dewan Penasihat Fikar School kembali dijabat oleh Bapak Donny Adiguna, pendiri Fikar School. Fikar School telah dibangunnya sejak tahun 2008. Ia bukanlah orang baru di dunia pendidikan. Melalui perjuangannya, Sekolah Fikar yang bermula dari tiga orang siswa, kini meningkat hampir mendekati angka 100, sebuah prestasi yang luar biasa. Berikut biografi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-6415","page","type-page","status-publish","hentry","no-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6415"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6493,"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6415\/revisions\/6493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fikarschool.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}